Air Terjun Tumpak Sewu di Lereng Semeru

Air Terjun Tumpak Sewu di Lereng Semeru

Lumajang, Jawa Timur memiliki air terjun yang indah tiada tara. Yakni, Air Terjun Tumpak Sewu di lereng Gunung Semeru.
Air terjun Tumpak Sewu berada di desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Dinamakan Tumpak Sewu karena air terjun ini memiliki banyak sumber mata air. Dalam bahasa Jawa, sewu berarti seribu. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 120 meter. Air terjun di lereng Gunung Semeru ini memiliki formasi yang unik karena memiliki aliran air yang melebar seperti tirai.

“Dinamakan Tumpak Sewu karena memiliki banyak mata air. Dan uniknya air terjun di kaki Gunung Semeru ini membentuk seperti tirai,” ujar Pengelola Wisata Tumpak Sewu, Abdul Karim. Di wisata ini, pengunjung dapat menikmati keindahan alamnya. Serta swafoto berlatar Tumpak Sewu.

Untuk masuk ke wisata ini, pengunjung cukup membeli tiket masuk Rp 10 ribu. Selain itu, pengunjung diwajibkan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan di tempat yang sudah.

 

Wisata Foto Underwater di Kaki Gunung Semeru

 

Di wisata alam Tirtosari, pengunjung bisa berenang dan berfoto underwater bersama ikan koi yang warna-warni. Wisata ini berada di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Wisatawan juga bisa mandi di kolam renang yang jernih, yang airnya langsung dari gunung. Wisata ini diminati banyak wisatawan saat liburan.

“Ada beberapa wahana yang bisa dinikmati oleh para wisatawan di Wisata Alam Tirtosari ini. Yaitu kolam renang anak dan dewasa, serta spot foto underwater yang menjadi favorit bagi pengunjung yang datang ke sini,

Tiket masuk Wisata Alam Tirtosari hanya Rp 5 ribu. Tiket parkir kendaraan Rp 5 ribu. Serta Rp 5 ribu untuk pengunjung yang ingin berfoto underwater bersama ikan koi.

“Ke sini dalam rangka liburan bersama keluarga. Wahananya ada spot foto, kolam renang serta foto underwater bersama ikan,” ujar salah seorang wisatawan, Siti Masruroh.

Meski dibuka untuk umum, wisata di kaki Gunung Semeru ini tetap menerapkan protokol kesehatan bagi para pengunjung. Guna mencegah penyebaran virus Corona.

Para pengunjung wajib memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk, menjaga jarak, serta ada pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermo gun. Pengelola wisata juga membatasi pengunjung yang datang, hanya 50 persen.

“Kami tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan. Selain itu juga membatasi pengunjung yang masuk sebesar 50 persen.

Share This Post