Jelajahi 10 Tempat Wisata Unik di Banyuwangi

Jelajahi 10 Tempat Wisata Unik di Banyuwangi

Jelajahi 10 TempatĀ  : Menyebut magnet wisata di Jawa Timur, yang terpikir pertama kali di benak kita adalah Malang dan Gunung Bromo. Malang memang menyimpan segudang tempat wisata, mulai dari Jatim Park I-III, Batu Night Spectacular, hingga Museum Angkut. Namun, selain Malang dan Gunung Bromo, ada kawasan lain yang memiliki potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi di Jawa Timur salah satunya Banyuwangi.

Belakangan ini Banyuwangi semakin terangkat berkat film KKN di Desa Penari. Meskipun dalam film tersebut tidak disebutkan lokasi Banyuwangi, tetapi banyak orang menduga-duga latar dalam film KKN di Desa Penari adalah Banyuwangi. Ini membuat banyak mata beralih ke Banyuwangi. Apa pesona yang tersimpan di daerah ujung Jawa Timur ini?
Bertepatan dengan masa penghujung tahun ajaran sekolah, inilah saatnya mempersiapkan rencana liburan untuk keluarga dengan keindahan alam Di Indonesia Aja. travel untuk mendapatkan inspirasi liburan seperti destinasi menarik dan ekonomi kreatif khas Indonesia. Anda juga bisa ikutan program Pesona Punya Kuis (PUKIS) setiap dua minggu sekali untuk mendapatkan hadiah merchandise dan uang jutaan rupiah dari Wonderful Indonesia. Jangan lewatkan kesempatan ini, ya!

Nah, untuk opsi referensi terkini saat ke Banyuwangi. Berikut ini adalah Jelajahi 10 Tempat rekomendasi wisatanya.

1. Kawah Ijen

Ini adalah destinasi wajib di Banyuwangi, Kawah Ijen berlokasi di kawasan Gunung Ijen dengan ketinggian sekitar 2.443 meter di atas permukaan laut. Pemandangan di puncak Gunung Ijen memang memukau. Namun, Anda perlu melakukan pendakian yang cukup panjang untuk menuju puncak.

Jangan khawatir, jalur pendakian ke puncak Ijen terbilang cukup nyaman karena beraspal halus. Pendakian biasanya dilakukan pada dini hari agar tiba di puncak saat menjelang fajar. Sambil menunggu fajar di puncak Ijen, Anda bisa menyaksikan alam yang tergolong langka, yaitu Api Biru atau Blue Fire. Blue Fire ini sebenarnya merupakan gas alam bersuhu dan bertekanan tinggi yang bercampur dengan oksigen sehingga menghasilkan warna yang tampak kebiruan dalam bayangan.

Suhu di sekitar Kawah Ijen biasanya sangat dingin saat malam dan pagi hari. Untuk itu, kenakanlah baju hangat saat menuju ke Kawah Ijen dan turunlah dari puncak sebelum siang hari.

2. Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran atau yang berjuluk Africa van Java ini adalah destinasi wajib bagi para wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Hamparan sabana luas dengan kawanan rusa yang merumput adalah pemandangan lumrah di sini, dan jika beruntung Anda dapat melihat banteng Jawa melintas. (Foto: Barry Kusuma)

Afrika van Jawa. Demikian julukan tersemat untuk Taman Nasional Baluran. Dilihat sepintas, Taman Nasional Baluran di Banyuwangi ini terdiri dari hamparan padang rumput atau sabana yang terhampar luas. Rerumputan yang berwarna kecokelatan pada musim kemarau dengan sedikit semak menghadirkan eksotisme tersendiri.

Atraksi unik dari Baluran yaitu pemandangan kawanan rusa yang tengah merumput, dan jika Anda beruntung akan melihat pemandangan banteng jawa melintas di kawasan Taman Nasional Baluran. Ini mengingatkan kita pada suasana di Afrika. Anda juga bisa menyatukan aktivitas satwa liar ini dari atas Menara Pandang.

Sementara itu, di sisi lain Taman Nasional Baluran, Anda akan menemukan monyet pembohong bergelantungan di atas pohon. Pastinya ini akan menjadi petualangan seru saat berwisata bersama keluarga dan anak-anak.

3. Bangsring Underwater

Mungkin Anda tidak menyangka bahwa Anda bisa melakukan snorkeling dan diving di Banyuwangi. Jangan khawatir, saat Anda mengunjungi Pantai Bangsring, dengan mudah Anda akan menemukan tempat penyewaan untuk snorkeling.

Dengan menggunakan kapal dari nelayan setempat, Anda akan dibawa menuju ke salah satu sisi Selat Bali yang menjadi lokasi penyelamatan dan snorkeling. Air laut yang bersih dan jernih akan memudahkan Anda menyaksikan ikan warna-warni yang berenang di antara terumbu karang di dasar laut. Kawasan perairan di sini cukup dangkal, jadi tidak perlu khawatir jika Anda tidak pandai berenang.

Uniknya, tidak jauh dari kawasan Bangsring, terdapat area perkebunan teh. Perkebunan teh di sini terletak sekitar satu jam perjalanan dari pantai menuju kawasan dataran tinggi Banyuwangi. Jadi, dalam satu kawasan Anda bisa mendapatkan dua varian wisata yang berbeda sekaligus.

4. Taman Nasional Alas Purwo

Salah satu spesies Merak Hijau Jawa di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi (Foto: tnalaspurwo.org)

Belakangan ini kawasan Taman Nasional Alas Purwo juga ikut terangkat berkat kemunculan film KKN di Desa Penari. Suasana hutan alam yang lebat dan sangat luas dan seolah tanpa batas ini terkadang memunculkan imajinasi tersendiri.

Namun, siapa sangka jika hutan ini menyimpan keanekaragaman hayati asli Indonesia? Di Taman Nasional Alas Purwo diperkirakan terdapat sekitar 700 jenis tumbuhan, lebih dari 300 spesies burung pembohong, dan satwa reptil di dalam kawasan hutannya. Bahkan, jika beruntung, Anda bisa menemukan burung merak di sini. Menariknya lagi, terdapat Situs Kawitan atau candi yang menjadi tempat peribadatan umat Hindu di Jawa Timur.

Anda menyewa pemandu dari masyarakat setempat untuk bertualang di Alas Purwo agar tidak tersesat. Ini karena sinyal telepon dan internet untuk GPS di kawasan Alas Purwo sangat minim.

Daya tarik Alas Purwo lainnya adalah Pantai Ngagelan. Pantai ini terkenal sebagai pilihan lokasi satwa penyu langka yang kerap bertelur di sekitar pantai. Di antaranya adalah penyu hijau dan penyu belimbing yang termasuk satwa laut yang dilindungi.

5. G-Land (Pantai Plengkung)

Pantai Plengkung atau lebih beken dengan sebutan G-Land bagi para peselancar disebut-sebut sebagai pantai yang memiliki ombak terbaik di dunia untuk berselancar. Pantai ini berlokasi di Taman Nasional Alas Purwo dan memiliki 7 jenis gulungan ombak. Pada setiap bulan April-September, gelombang ombak di Pantai Plengkung diperkirakan mampu mencapai ketinggian 8 meter dengan rentang panjang sejauh 2 kilometer.

Di sepanjang pantai, Anda akan menemukan sejumlah penginapan yang didominasi tamu asing, rata-rata merupakan peselancar dari berbagai negara. Jika tidak bisa berselancar, Anda pun masih bisa menikmati keindahan pantai yang berpasir putih kecokelatan dan sedikit berbatu ini.

6. Pantai Pulau Merah

Sebutan lain untuk pantai ini adalah Pulau Merah. Untuk mencapai pantai ini memang perlu perjalanan yang cukup panjang karena sekitar 80 kilometer dari pusat kota Banyuwangi. Meskipun demikian Pantai Plengkung belum sepopuler, Pantai Pulau Merah bisa menjadi alternatif bagi Anda yang ingin belajar berselancar.

Di area Pantai Red Island, Anda akan menemukan satu bukit kecil yang berwarna kecokelatan yang bisa dituju saat air laut surut. Bukit kecil ini akan berwarna merah saat tertimpa sinar matahari senja. Dari sinilah muncul sebutan Pantai Pulau Merah.

7. Pantai Wedi Ireng

Jika Anda berkunjung ke Pantai Pulau Merah, jangan lupa untuk mengunjungi Pantai Wedi Ireng. Kedua pantai ini masih dalam satu jalur dan belum seberapa jauh. Pantai Wedi Ireng dikenal karena memiliki pemandangan perbukitan yang menawan.

Namun, pesona istimewa Pantai Wedi Ireng adalah jenis pasir pantainya yang terdiri dari dua jenis pasir. Pertama, pasir putih yang bertekstur halus dan lembut. Kedua, pasir pantai hitam yang berkerikil kasar. Unik bukan? Tekstur pasir pantai ini jarang ditemukan di lokasi pantai lainnya.

8. Taman Nasional Meru Betiri

Satu lagi area yang merupakan kawasan hutan di Banyuwangi adalah Taman Nasional Meru Betiri. Seperti Taman Nasional Alas Purwo, Taman Nasional Meru Betiri ini juga cukup luas dan menjadi ekosistem sejumlah satwa liar di Jawa.

Istimewanya, di balik taman nasional ini terdapat destinasi wisata Pantai Teluk Hijau. Sesuai namanya, pantai ini berlokasi di kawasan teluk di garis pantai Banyuwangi. Suasana asri dan rindang di sekitar pantai membuat sebutan Pantai Teluk Hijau pantas disandang pantai yang kondang akan bebatuan karangnya ini.

9. Pantai Sukamade

Masih di lokasi Taman Nasional Meru Betiri, terdapat Pantai Sukamade. Pantai ini memiliki kawasan hutan bakau atau hutan mangrove yang menjadi habitat bagi beragam spesies burung. Selain itu, Pantai Sukamade juga dikenal sebagai kawasan penangkaran penyu.

Saat berwisata di Sukamade, Anda bisa melihat lokasi penangkaran penyu yang tidak jauh dari pantai. Di tempat penangkaran, biasanya terdapat area untuk menyimpan telur-telur penyu yang akan ditetaskan. Tukik atau anak penyu yang menetas ini nantinya akan ditayangkan ke laut. Jika beruntung, Anda juga bisa melakukan pengamatan langsung penyu saat bertelur di tepi pantai pada malam hari.

10. Pantai Boom

Satu lagi pantai yang perlu dikunjungi saat liburan tahun ajaran kali ini di Banyuwangi adalah Pantai Boom. Inilah pantai populer di Banyuwangi lokasinya sangat strategis karena dekat dengan pusat kota Banyuwangi.

Pantai cukup berpasir putih kecokelatan dengan pemandangan pantai yang cukup luas, landai, dan berombak tenang. Karena lokasinya yang mudah dicapai dan areanya yang luas, Pantai Boom kerap menjadi lokasi berbagai perhelatan acara. Pantai ini juga cocok untuk aktivitas anak-anak karena lokasinya yang nyaman dan aman.

Banyuwangi memiliki potensi wisata di ujung timur Jawa. Bahkan, Menteri dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pun mengakui bahwa Banyuwangi memiliki prospek wisata yang bagus untuk ditawarkan.

Share This Post