Kerajinan Unik dari Desa Wisata Krebet

Kerajinan Unik dari Desa Wisata Krebet

Pernahkah anda mendengar desa wisata bernama Krebet? kalau belum, sepertinya anda harus menambahkan Desa Wisata Krebet dalam wishlist destinasi yang harus dikunjungi setidaknya sekali seumur hidup. Desa Wisata Krebet terletak di Kabupaten Bantul, D. I. Yogyakarta. Perjalanan menuju Kabupaten Bantul, D. I. Yogyakarta Desa Wisata Krebet membutuhkan setidaknya 1 jam perjalanan dari kota Yogyakarta.

Tenang saja, jalan yang ditempuh sejak awal sampai tiba sudah beraspal dan tidak perlu takut tersesat karena sinyal juga sangat kuat untuk menggunakan aplikasi peta seperti Google Maps dan Waze.  Pemandangan selama perjalanan juga tidak membuat bosan. Setelah melewati kota Bantul, saya mulai melihat sawah dan kebun jagung lalu melewati jalan yang kiri dan kanannya dipenuhi pohon cemara. Setelah itu mulai melewati hutan dan menaiki gunung. Jika sudah mulai berada di jalan gunung, tandanya Desa Wisata Krebet sudah sangat dekat.

Saat sampai, saya disambut oleh tumpukkan badan pohon kayu yang sepertinya baru saja dipotong. Sangat memberi tanda kayu menjadi produk utama mereka, Tidak hanya sampai disitu saja, beberapa meter dari tumpukkan tersebut, saya dapat melihat pendopo kayu yang penuh dengan ukiran dan perabotan kerajinan kayu dengan papan nama yang bertuliskan “Sanggar tari dan Batik kayu”. Dalam pendopo inilah saya mengenal kerajinan batik kayu. Pernahkah anda membayangkan sebelumnya membatik yang biasanya diatas kain ternyata di Desa Wisata Krebet dilakukan diatas kayu.

Saat saya melihat hasil kerajinan batik kayu dari para pengrajin Desa Wisata Krebet, saya sangat takjub sekali. Hasil batik kayu yang ada sangat rapih dan terbayang keterampilan yang dimiliki oleh setiap pengrajin tidak didapatkan dalam satu atau dua malam saja melainkan ratusan malam serta usaha dan kegigihan dalam mempelajari kerajinan ini.

Saya mengamati setiap kerajinan kayu yang dipajang di pendopo kayu tersebut dengan saksama. Saya sampai lupa mendokumentasikan produk-produk kerajinan secara detail karena sibuk memotretnya menggunakan mata saya sendiri.

Pendopo kayu itu memiliki suasana yang sangat teduh dan homey membuat saya betah berlama-lama disana. Padahal, saya datang di siang hari dengan matahari yang sangat terik tapi anehnya angin terasa terus berhembus didalam pendopo kayu tersebut.

Saya berkesempatan untuk menemui bapak Riyadi, salah satu pengurus dari kelompok sadar wisata di Desa Wisata Krebet. Beliau berkata para pengrajin batik kayu sangat antusias dalam pengembangan pariwisata di Desa Wisata Krebet.

Mereka memilih untuk double job, menjadi pengrajin batik kayu dan menjual produk jadi serta menjadi instruktur di kelas pembuatan kerajinan batik kayu bagi para wisatawan yang datang berkunjung. Melalui wawancara ini juga diketahui para pengrajin batik kayu mengasah kemampuannya secara turun temurun sejak tahun 1988.

Mereka terus berusaha untuk melestarikan kerajinan ini dengan menjual produk jadi dan membuka kelas-kelas bagi masyarakat umum sehingga kerajinan batik kayu ini akan terus eksis di masa mendatang.

Kelas kerajinan batik kayu yang dapat diikuti oleh wisatawan tidak hanya membuat motif batiknya saja tetapi juga sampai pada tahap pewarnaan, pembakaran dan dibawa pulang.

Pembuatan dengan proses yang cukup panjang dan memakan waktu ini membuat banyak wisatawan menginap di Desa Wisata Krebet dan berbaur dengan masyarakat sekitar. Pemandangan tersebut membuat hati saya merasa hangat dan juga sedikit sedih karena sebelum adanya pandemi, suasana di Desa Wisata Krebet lebih hidup lagi.

Walaupun begitu, pengalaman mengunjungi Desa Wisata Krebet dan melihat dari dekat proses pembuatan batik kayu menjadi salah satu pengalaman yang akan terus terkenang didalam benak saya. Setelah kondisi pandemi membaik dan kelas kerajinan mulai dibuka kembali, saya akan kembali datang dan membuat kerajinan batik kayu saya sendiri.

Share This Post