Langka dan Unik! Wisata Air Panas di Laut, Hanya di Tawa

TIMESINDONESIA, HALMAHERA SELATAN – Wisata air panas yang berada di daratan merupakan hal yang lumrah dan banyak ditemui di berbagai daerah di indonesia. Tetapi berbicara tentang objek wisata air panas di pantai, ini yang unik dan langka. Wisata air laut panas ini hanya ditemui di Desa Tawa, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Keunikan wisata air laut panas di pantai Desa Tawa itu, telah memantik perhatian banyak wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara. Mereka datang ke Desa Tawa hanya untuk berendam serta berenang untuk memastikan kebenarannya. Setelahnya, dijamin seluruh lelah kita diperjalanan akan terbayar setelah merasakan segarnya udara laut panas itu.

Bahkan spot cantik, unik nan langka itu kerap dijadikan masyarakat setempat maupun dari luar wilayah Bacan Timur dan Halsel sebagai media terapi. Banyak yang diyakini, air panas di laut walaupun sumbernya bukan dari gunung api, dinilai dapat menyembuhkan beberapa jenis penyakit, berupa rematik, stroke ringan, sesak napas dan lainnya.

Selain itu, kondisi alam di Pantai Tawa yang masih alami dan sejuk, dengan berbagai pohon rimbun masih memayungi panasnya matahari, menjadikan tempat ini cocok untuk liburan dan bersantai.

Sayangnya, wisata ini belum terjamah penambahan infrastruktur bangunan atau fasilitas umum dari Dinas Pariwisata setempat. Padahal, tempat ini selalu dipadati pengunjung bila hari libur pekan maupun hari libur nasional tiba.

“Tempat wisata air panas di laut ini sudah saya buka untuk umum selama tiga tahun. Kondisi alamnya masih alami, tenda pun darurat karena ini dikelola menggunakan uang pribadi masih seadanya yang didapat dari tiket masuk pengunjung dan sewa tempat berteduh,” ungkap Yesaskar Madifo, pemilik lahan wisata air panas di pantai Desa Tawa, Kecamatan Bacan Timur, Malut, Senin, (18/7/2022).

Ia mengatakan, selama mulai dibuka sejak tiga tahun silam hingga kini telah dikunjungi oleh orang-orang, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara. Bahkan dari berbagai daerah di Maluku Utara datang untuk terapi kesehatan karena mereka yakin bisa sembuh dari penyakit yang diderita.

Bahkan saat merebaknya virus corona pada tahun 2020-2021, hampir setiap hari mendekati ratusan pengunjung datang berendam serta, sampai dirinya ditegur pihak keamanan setempat karena dinilai melanggar protokol kesehatan.

“Saat musim virus corona saya dimarahi oleh pihak keamanan karena membuka dan menerima sangat banyak hingga memadati lokasi wisata air panas di laut ini. Tetapi saya tidak bisa melarang pesta, karena alasan mereka datang berendam di laut untuk berobat,” katanya.

Pengunjung bukan hanya itu, ujar Yesaskar, pernah ada beberapa kapal layar kecil milik turis mancanegara berlabuh di pantai ini. Mereka ramai berendam dan berenang yang cukup lama selama beberapa hari.

Yesaskar mengatakan, keunikan udara laut yang panas sepanjang kurang lebih 50 meter garis pantai ini, telah mengundang beberapa lembaga penelitian di Indonesia. Peneliti datang untuk meneliti asal sumber panasnya, mungkin air laut panas seperti ini dinilai langka dan unik karena sumbernya bukan dari gunung api.

Saya lupa nama lembaga yang meneliti, dua kali lembaga yang, mereka menggunakan alat canggih, tapi sudah tahu dengan pasti di dalam tanah untuk mengetahui sumber panasnya. Dari lembaga penelita sampaikan ke saya hanya bilang ini dari panas bumi, tapi bukan dari gunung api dan tidak berbahaya,” terangnya.

Sambil menunjuk ke arah pantai yang paling selatan, Yesaskar menunjukkan uap panas yang keluar dari dalam laut. Menurutnya, di situ khusus dipakai untuk terapi berbagai penyakit dan paling banyak rematik, stroke ringan dan asma serta penyakit lainnya. Sementara untuk berenang biasa, pengunjung bisa ke tengah dan utara karena panas udara lautnya sedang.

Jurnalis TIMES Indonesia ditemani dua warga Bacan mencoba mencoba merendam kaki setinggi atastis, karena penasaran melihat keluarga yang membawa ibu mereka terapi stroke.

Sangat terasa permukaan air lautnya cukup panas, tetapi di pertengahan antara mata kaki dan air lautnya dingin, namun pasir di dasar laut yang diinjak agak lama sangat panas terasa hingga ke tulang. Uniknya, usai rendam beberapa menit dan kembali ke darat, rasa segar dan kaki pun terasa ringan.

Untuk itu, bagi wisatawan yang berkunjung ke Bacan Halmahera Selatan jangan lupa menyempatkan diri mampir ke Wisata Air Panas di Pantai Desa Tawa, Kecamatan Bacan Timur.

Setiap wisatawan hendak ke Bacan melalui Kota Ternate menumpangi kapal dari Pelabuhan Laut Bastiong dan hanya menempuh waktu kung lebih dari 7 jam, dengan tiket Rp130 ​​ribu per orang. Mau lebih cepat ada juga pesawat Wings Air melayani Ternate-Bacan

Bila pengunjung ke Bacan menyarankan ke wisata air panas, maka disarankan agar turun di Pelabuhan Babang Bacan Timur, Karena objek wisata air panas di Desa Tawa sangat dekat. Pengunjung dapat menggunakan jasa ojek dan mobil pangkalan setempat dengan biaya terjangkau. Kalau dari Pelabuhan Kupal Labuha cukup jauh dengan memakan waktu kurang lebih 1 jam. Dijamin, pengunjung akan puas dan seluruh rasa lelah terbayar dengan berenang dan bakal berenang di pantai air panas Desa Tawa, Bacan Timur, Halmahera Selatan.

**)

Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.

Share This Post