Pakar Kuliner UGM Ungkap Indonesia Punya 104 Jenis Nasi

Memuat…

Kuliner nusantara nasi goreng. Foto/Ist

JAKARTAPakar kuliner UGM Dr Dwi Larasatie Nur Fibri mengungkapkan bahwa terdapat 104 jenis nasi goreng yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Salah satu makanan khas Indonesia ini memang mudah untuk ditemukan di setiap kota bahkan tempat.

Dengan banyaknya rempah-rempah asal Indonesia tidak mengherankan bila terdapat banyak variasi makanan. Misalnya seperti soto yang setiap daerah juga memiliki soto khasnya masing-masing.

Baca juga: Ini Kisaran Biaya Kuliah 10 PTN Terbaik di Indonesia dari UI hingga Andalas

Hal ini juga berlaku pada nasi goreng mungkin cukup banyak orang yang belum mengetahui bahwa masakan yang sederhana dan mudah dibuat sendiri ternyata memiliki beragam jenis di setiap daerah.

Jenis nasi goreng yang umum diketahui mungkin nasi goreng jawa yang menambahkan kencur didalamnya tanpa menggunakan kecap.

Bila diteliti lebih dalam, nasi goreng yang ada di Indonesia memang banyak jenis dan ragamnya seperti pakar kuliner UGM. Namun, pengetahuan masyarakat memang belum terlalu mengetahuinya.

Baca juga: Lagi, 4 Mahasiswa UI Juara di ASEAN Geospatial Challenge 2022

Pendapat ini pada saat Dies Natalis ke-58 FTP UGM tahun 2021 lalu. Dr Dwi Larasatie Nur Fibri mengatakan bahwa terdapat 36 jenis nasi goreng yang dapat mencari asal usulnya dan 59 lainnya merupakan nasi goreng pengembang yang tidak dapat mencari daerah asalnya.

Nasi goreng memang memiliki cita rasa yang berbeda di setiap daerah. kadang-kadang makanan ini juga menjadi solusi untuk mengolah nasi sisa yang masih layak konsumsi.

Wakil Direktur Pelatihan, Pendidikan, dan Penelitian Komunitas Gastronomi Indonesia, Endang Suraningsih mengatakan, buku Nasi Goreng Indonesia, Cita Rasa Mendunia merupakan buku yang menarik dengan lintas generasi dan lintas profesi. Buku ini direkomendasikan untuk dimiliki oleh para pecinta nasi goreng.

Dalam memajukan kuliner nusantara memang perlu diadakan roadmap kuliner dengan konsep yang jelas, khususnya untuk nasi goreng.

Hal ini karena nasi goreng merupakan makanan yang adaptif dan bisa menyesuaikan di mana tempat kuliner ini dibuat sehingga dapat dikembangkan dengan mudah.

(mpw)

Share This Post