Pantai Batu Dinding

Pantai Batu Dinding

Salah satu hobi saya adalah melakukan perjalanan. Perjalanan ke mana saja, tidak harus yang jauh dan memakan waktu lama. Kadang cukup berjalan kaki pagi hari, melewati jalan-jalan yang belum pernah dilalui.   Seperti perjalanan ke sebuah pantai di Bangka kali ini.

 menjelajah sebuah pantai di Pulau Bangka yang masih alami dan sangat mempesona.  Pulau Bangka Belitung memang  terkenal dengan gugusan pantainya yang indah, bertabur bebatuan granit yang besar-besar.  Pantai Batu Dinding berlokasi di Tanjung Gudang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dari Kota Pangkal Pinang berjarak kurang lebih 92 km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Pantai ini relatif tersembunyi dan banyak wisatawan dari luar Pulau Bangka yang belum mengetahuinya. Pertama mendengar nama  pantai ini saat saya membeli makan di kafe depan hotel dan bertanya pada penjaganya tentang pantai bagus yang ada di Pulau Bangka. Sang penjaga langsung menyebutkan nama Pantai Batu Dinding dan menceritakan kondisi pantai itu

Selain itu, Pantai Batu Dinding merupakan pantai yang masih alami dan belum banyak tersentuh oleh pembangunan dan tangan manusia. Saat saya berkunjung ke sana, suasana masih asri dan alami. Jalan masuk ke pantai berupa jalan setapak kecil yang menurun dan hanya bisa dilalui satu orang. Tidak ada orang yang berjualan di sana.

Namun akses masuk ke pantai ada sebuah restoran dan penginapan. Tapi saat ke sana, saya tidak mampir ke restoran itu, karena saya datang pagi-pagi dan restoran itu belum buka. Hal Unik dan Menarik yang ada di Pantai Batu Dinding
Tentunya dinding batu granit yang besar dan tinggi menjadi daya tarik wisata tempat itu.  Selain batu yang berbentuk dinding raksasa, di sana juga ada batu ikan pari, yaitu sebuah bongkahan batu granit raksasa yang berbentuk badan ikan pari.

Bila kita datang berkunjung saat pasang naik, maka air laut akan menggenangi permukaan batu dinding dan batu ikan pari. Otomatis pengunjung tidak bisa berjalan di pasir dan mengitari batu-batu tersebut. Kebetulan waktu saya ke sana, sedang pasang surut, sehingga saya bisa berjalan-jalan berkeliling, menyusuri pantai dan bebatuan serta naik ke batu ikan pari.

Oya, batu yang ada di sana merupakan jenis batu belimbing. Akibat panas dan guyuran hujan, batu-batu itu seperti terkikis membentuk seperti permukaan belimbing bintang (star fruit) yang berkelok-kelok.

Ada satu hal yang agak menjadi perhatian saya saat ke sana, yaitu air laut di pantai itu tidak sebening pantai pada umumnya. Ketika saya tanya ke driver sekaligus tour guide kami, beliau menjelaskan bahwa penambangan timah di pantai itu menjadikan air laut terlihat keruh. Saya segera melihat beberapa kapal yang terapung tak jauh dari bibir pantai, saya baru tahu ternyata itu adalah kapal-kapal penambang timah.

Semoga sekarang air laut di pantai itu sudah kembali bersih dan bening lagi. Semoga kita bisa terus menjaga keindahan dan kekayaaan alam yang dianugerahkan di bumi pertiwi untuk anak cucu kita kelak. Demikian kisah kunjungan saya ke Pantai Batu Dinding, terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat.

 Untuk ke depannya saya berharap semoga keberlimpahan kekayaan alam di bumi pertiwi ini bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dengan tetap memperhatikan kelestarian alam.

Share This Post