Posting Sponsor: 2022 akan menjadi Tahun Perjalanan yang Didorong oleh Tujuan

Posting Sponsor: 2022 akan menjadi Tahun Perjalanan yang Didorong oleh Tujuan

Dua tahun terakhir menciptakan banyak kemunduran bagi industri perjalanan, dan sekarang perusahaan perjalanan bersiap-siap untuk tahun terobosan karena keinginan untuk bepergian akhirnya diwujudkan. Perusahaan siap untuk memenuhi harapan baru seputar kesejahteraan, keamanan, komunikasi yang transparan, dan solusi inovatif.

Berikut adalah beberapa tren yang meningkat yang harus dipikirkan oleh perusahaan perjalanan saat kami melanjutkan hingga tahun 2022.

Kesejahteraan sekarang menjadi Prioritas Perjalanan Utama

Fokus yang lebih tinggi pada perjalanan untuk kesejahteraan dan pertumbuhan pribadi kini menjadi prioritas permanen bagi para pelancong. Penelitian Expedia Group sebelumnya menemukan bahwa sekitar satu dari tiga (34%) responden mengatakan bahwa mereka bepergian sendiri untuk menemukan jati diri. Traveler Value Index: 2022 Outlook menemukan bahwa hampir seperempat (24%) wisatawan mengatakan mereka berencana untuk menghabiskan lebih sedikit waktu di perangkat elektronik agar lebih hadir di lingkungan mereka dan orang-orang di sekitar mereka.

Untuk mendukung hal ini, orang-orang meningkatkan anggaran perjalanan mereka: lebih dari setengah (54%) responden akan menghabiskan lebih banyak untuk perjalanan daripada sebelum pandemi. Mitra perjalanan harus memastikan bahwa mereka mendukung pelancong dalam perjalanan relaksasi, petualangan, dan kepuasan ini.

Saatnya Mendobrak Bank Poin Loyalitas

Maskapai penerbangan, persewaan mobil, akomodasi, dan aktivitas yang sering digabungkan ke dalam perjalanan semuanya dapat bertambah dengan cepat. Menurut penelitian kami, wisatawan telah banyak memikirkan dan mempersiapkan diri untuk mendanai petualangan mereka berikutnya, dengan empat dari sepuluh (40%) berencana untuk menggunakan poin loyalitas yang terakumulasi selama pandemi untuk setidaknya sebagian dari liburan 2022 mereka.

Gen Z lebih sadar akan poin loyalitas dibandingkan generasi lain, dan hampir dua pertiga (61%) berencana menggunakan hadiah untuk membantu mendanai petualangan mereka berikutnya. Tren meningkat secara drastis secara internasional sejak pandemi, dengan individu yang tinggal di Meksiko (56%), Australia (47%), AS (46%) dan Jepang (37%) semuanya kemungkinan besar menggunakan poin loyalitas mereka untuk bepergian.

Poin data ini menyoroti bahwa perusahaan perjalanan perlu terus memasukkan penawaran loyalitas ke dalam penawaran mereka untuk lebih terlibat dengan wisatawan di masa mendatang.

Keberlanjutan dan Tanggung Jawab adalah Faktor Pemesanan Utama

Orang-orang di seluruh dunia semakin sadar akan dampak lingkungan dari perjalanan, dan banyak yang akan mengingat hal ini saat memesan perjalanan mereka berikutnya. Penelitian kami menemukan bahwa hampir dua pertiga (59%) wisatawan bersedia membayar lebih banyak biaya untuk membuat perjalanan berkelanjutan, dan hampir setengah (49%) akan memilih tujuan yang tidak terlalu ramai untuk mengurangi dampak overtourism.

Tanggung jawab yang berkelanjutan seputar protokol Covid-19 juga masih menjadi perhatian utama. Hampir seluruh responden menyatakan mempertimbangkan kekurangan tenaga kerja (93%) dan dampak Covid-19 (98%) saat merencanakan perjalanan. Perusahaan perjalanan harus mengomunikasikan dengan jelas protokol dan langkah-langkah Covid untuk membantu pelancong tetap aman dan mencapai ketenangan pikiran.

Hasil Traveler Value Index: 2022 Outlook menggarisbawahi ketahanan industri perjalanan. Tren yang terlihat dalam perilaku dan preferensi wisatawan dapat membantu industri perjalanan beradaptasi untuk mempertahankan keunggulan kompetitif di lingkungan yang cepat berubah ini.

Share This Post