Tren Pemulihan Pariwisata Indonesia

Tren Pemulihan Pariwisata Indonesia

Naik-turunnya kondisi penyebaran COVID-19 di dunia turut memengaruhi laju pemulihan pariwisata Indonesia. Sebagaimana diketahui, pariwisata jadi salah satu sektor yang terpaksa menelan pil terpahit dampak pandemi hampir dalam dua tahun terakhir.

menyebut, tren pemulihan pariwisata berfokus pada empat faktor. Mereka adalah kebersihan, rendah sentuhan, lebih sedikit mobilitas, dan tidak beramai-ramai.

“Digitalisasi sektor pariwisata sudah tidak lagi bisa ditawar di tengah permintaan wisatawan untuk pengalaman contactless dan seamless,” katanya dalam webinar “Pemulihan dan Peluang Pariwisata Era Pascavaksinasi di

Keseluruhannya, mengarah pada pariwisata berkualitas. Pelaku sektor pariwisata diminta cermat dalam melihat perubahan perilaku wisatawan, selain juga fokus pada standar kebersihan, yang bisa diimplementasi dengan memiliki sertifikat Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE).

Pihaknya juga menggarisbawahi pentingnya meningkatkan konektivitas langsung, meningkatkan pemasaran digital, dan fleksibilitas. Langkah-langkah pemulihan yang diusung antara lain perluasan pasar, dengan meluncurkan berbagai kampanye menyasar wisatawan nusanatara (wisnus), serta pembukaan perbatasan secara bertahap untuk wisatawan mancanegara (wisman).

Kemudian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dengan cara reskilling dan upskilling, sertifikasi kompetensi, serta pendampingan dan wirausaha SDM pariwisata dan ekonomi kreatif. Ada juga revitalisasi destinasi wisata, yang mana pengembangan desa wisata jadi salah satu fokusnya.

Share This Post